Bupati Gresik Ajak Pilih Sekolah, Anak Korban Ngaku Dicolok Tusuk Bakso Pilih SD Miftahul Ulum

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat menyelamatkan masa depan anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Anak perempuan kelas 2 sekolah dasar negeri di Kecamatan Menganti itu mengaku menjadi korban kekerasan fisik di sekolah. Ia dicolok dengan tusuk bakso hingga mengakibatkan mata kanan mengalami penurunan pengelihatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya mengupayakan menyelamatkan masa depan anak SAH dengan kembali sekolah. “Keluarga anak SAH, kami ajak untuk memilih sekolah yang cocok,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani usai menghadiri rilis perkembangan penyidikan dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH  di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023. 

“Saran Saya cari sekolah yang mendekati rumah dan lebih menyenangkan. Saya ajak mereka keliling agar memilih sendiri. Artinya dari anaknya nyaman, terus orang tua lebih percaya diri. Semoga kasus segera tuntas,” harapnya. 

Disisi lain, Pemkab Gresik terus berbenah menjadikan sekolah ramah anak. Ia pun mengajak insan media memberikan pemberitaan edukatif. “Saya dalam setiap pertemuan di rapat atau forum guru terus mendorong guru dan tenaga pendidik untuk mengupgrade diri untuk menuju profesional,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengatakan, pihaknya telah mendapatkan sekolah yang sesuai dengan keinginan anak korban SAH maupun orang tua. Mereka menginginkan sekolah di SD Miftahul Ulum. SD tersebut masuk dalam Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum di Desa Hulaan,Kecamatan Menganti. “Semua persyaratan sudah selesai. Kapan anak SAH mau masuk sekolah bisa,” kata Hariyanto di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Dalam rilis di Mapolres Gresik terungkap fakta-fakta baru yang berbeda dengan pengakuan keluarga anak korban, SAH, 8 tahun, tersebut. Fakta baru itu, hasil pemeriksaan empat rumah sakit yang melakukan pemeriksaan termasuk pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya menyebutkan hasil pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada. Sementara penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik telah memeriksa sebanyak 47 saksi. Semuanya tidak mengetahui kejadian yang menimpa anak SAH pada 7 Agustus 2023. Sedangkan, 6 kamera CCTV sekolah berdasarkan hasil analisis Labfor Polda Jatim tidak aktif sejak 1 Juni 2023. 

Untuk diketahui kejadian dugaan kekerasan kepada anak korban SAH pada 7 Agustus 2023.  Sekitar pukul 08:30 WIB saat anak korban melihat acara lomba 17- an di sekolah di Kecamatan Menganti. Saat anak korban melihat korban tersebut ia dipanggil oleh seseorang anak laki-laki dan tiba-tiba ia di tarik ke sebelah sela antara ruang dan gerbang timur sekolah di lalu anak korban di mintai uang, Namun tidak diberikan oleh anak korban.

Lalu anak laki laki tersebut mengambil tusukan pentol di lantai atau ditanah, sambil menutup mata kiri anak korban dengan tangannya, anak laki-laki tersebut menusuk mata anak korban. Dan anak laki-laki tersebut berlari meninggalkan korban. Atas kejadian tersebut korban mengalami penurunan pengelihatan. Korban kemudian melaporkan ke Polres Gresik pada 28 Agustus atau 21 hari pascakejadian. (yad)

Bupati Gresik Ajak Pilih Sekolah, Anak Korban Ngaku Dicolok Tusuk Bakso Pilih SD Miftahul Ulum Selengkapnya

Kapolres Gresik : CCTV Sekolah Tidak Aktif Sejak 1 Juni 2023,  Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar konferensi pers  perkembangan dugaan kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Bocah kelas 2 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu mengaku dicolok dengan tusuk bakso hingga mengakibatkan penurunan penglihatan. 

Empat rumah sakit telah melakukan pemeriksaan terhadap korban SAH. Pemeriksaan kali terakhir, adalah Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya pada Rabu, 20 September 2023. Hasilnya, pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada,” ujar dr Bambang Tuhariyanto Sp.M, dari RSUD Ibnu Sina Gresik di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.  Bagaimana hasil analisis DVR CCTV yang dilakukan oleh Labfor Polda Jatim? 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menjlentrehkan pihak telah melakukan pemeriksaan 47 orang saksi dalam perkara dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8 tahun itu. “Tidak ada saksi yang melihat dan mengetahui kejadian itu,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Selain pemeriksaan saksi-saksi, imbuhnya, pihaknya juga meminta bantuan Labfor Polda Jatim untuk melakukan analisa DVR CCTV sekolah. Ada enam kamera pengintai yang dilakukan analisa. Hasilnya? “Enam kamera CCTV yang dipasang di sekolah juga tidak merekam waktu kejadian karena sejak Juni 2023 mati,” jelasnya.

Anak korban SAH dalam laporan ke Polres Gresik pada 28 Agustus 2023. Sedangkan, kejadian dugaan anak korban dicolok dengan tusuk bakso terjadi pada 7 Agustus 2023. Sedangkan kamera CCTV sekolah berdasarkan analisa  DVR tersebut tidak melakukan aktifitas elektronik atau merekam sejak 1 juni 2023, hingga 18 agustus 2023. “Hal ini dikuatkan dari data Log File dimana sejak 1 juni 2023 hingga 18 agustus 2023 tidak ada data yang terekam dalam bahasa lain CCTV Tersebut dalam kondisi mati atau tidak dihidupkan,” jelas mantan Kapolres Blitar itu.

Rilis perkembangan dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 18 tahun, tergolong istimewa. Sebab, rilis perkembangan penyidikan ini dihadiri Forkopimda Gresik. Selain Kapolres Adhitya Panji Anom, Bupati Gresik  Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana dan Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir. Selain itu, juga Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, dr. Bambang Tuhariyanto, SpM dan seorang psikologi.

AKBP Adhitya Panji Anom melanjutkan,  penjelasan dari ahli forensik menyatakan bahwa apabila rekaman CCTV sengaja dihapus, data dalam log file tetap ada atau history rekaman tetap ada. “Jadi kesimpulannya adalah CCTV yang terdapat dalam sekolah SDN 236 GRESIK memang tidak aktif atau tidak menyala saat kejadian 7 Agustus 2023,” tegasnya.  (yad)

Kapolres Gresik : CCTV Sekolah Tidak Aktif Sejak 1 Juni 2023,  Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso  Selengkapnya

Dokter Spesialis Mata Tidak Ada Bekas Luka, Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik meliris perkembangan perkara dugaan kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Bocah kelas 2 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu mengaku dicolok dengan tusuk bakso hingga mengakibatkan kebutaan. 

Benarkah? Hasil pemerikasan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya mencegangkan. Kebutaan yang dialami siswa kelas 2 sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Menganti itu bukan karena kekerasan. 

Menurut dr Bambang Tuhariyanto Sp.M,  hasil pemeriksaan RMI, mata kanan mengalami keluhan sedangkan, mata kiri kondisinya normal. “Dari pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada,” ujar dokter spesialis mata dari RSUD Ibnu Sina Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Anak korban berinisial SAH menjalami pemeriksaan RMI di RS PHI Surabaya pada Rabu, 20 September 2023. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi oleh dr Bambang Tuhariyanto yang mendampingi anak korban SAH itu.

Thoha-begitu sapaan-Bambang Tuhariyanto melanjutkan pemeriksaan MRI dilakukan untuk melihat yang tidak dilihat oleh mata normal dan hasil tidak ada kelalaian bekas luka kekerasan tidak ada. Terkait penurunan penglihatan mata tersebut, Thoha tidak memberikan keterangan pasti. Sebab, bukan kewenangannya. “Terkait penurunan pengelihatan mata dari tusukan bakso belum tentu juga,” kata dr Thoha.  

Lebih lanjut dr Tuha mengungkapkan penurunan penglihatan mata bisa disebabkan salah satunya katarak maupun gangguan mata lainnya. Kelainan mata karena katarak biasa dialami orang dewasa. Sedangkan, katarak pada anak tidak pernah menemuinya. Sedangkan, buta warna bisa dialami semua orang. Mulai anak sampai orang dewasa. 

Rilis perkembangan penyidikan dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH cukup spesialis. Karena dihadiri oleh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik. Selain Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, hadir Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana dab Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir. Selain itu, juga Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, dr. Bambang Tuhariyanto, Sp.M dan seorang psikologi. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. Meski sekolah diduga berusaha menutupi perkara tersebut namun akhirnya tetap mencuat ke permukaan. Pepatah: Serapat-rapat menyimpan bangkai, bau busuk pasti akan tercium. (yad)

Dokter Spesialis Mata Tidak Ada Bekas Luka, Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso  Selengkapnya

Kapolres Gresik dan Bupati Gresik Sambangi ke Rumah Anak Dicolok Tusuk Bakso

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk SAH (8). Siswi kelas 2 SD yang mengalami penurunan penglihatan diduga akibat dicolok tusuk bakso oleh kakak kelasnya di SDN 236 Gresik pada Senin, 19 September 2023. Kapolres dan Bupati membawakan mainan dan bingkisan sebagai bentuk motivasi untuk SAH.

Kapolres Gresik mengatakan kedatangannya untuk memberikan support dan memastikan proses penyidikan kasus tersebut terus berlanjut. “Hari ini dilakukan pemeriksaan psikologi korban di RS Bhayangkara, harapannya sekaligus menjadi trauma healing,” kata AKBP Adhitya Panji Anom pada Selasa, 19 September 2023. Mantan Kapolres Blitar itu melanjutkan, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik telah memanggil 12 saksi dan meminta bantuan analisa DVR CCTV di Labfor Polda Jatim. “Secepatnya hasilnya keluar akan kami informasikan,” imbuh AKBP Adhitya Panji Anom.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan, pihaknya datang ke Kecamatan Menganti bersama jajaran Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yakni . Dinas Pendidikan, RSUD Ibnu Sina, Dinas Keluarga Berencana Pelayanan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB,PP,PA), serta DPRD Gresik. Pihaknya turut prihatin atas apa yang dialami SAH.

“Insya Allah kami semaksimal mungkin mendampingi korban, agar traumanya tidak berkepanjangan. Sehingga mentalnya bisa pulih, dan melanjutkan sekolah kembali,” tutur Gus Yani, sapaan Bupati Gresik. Usai kejadjan 7 Agustus 2023 lalu itu, korban diketahui trauma dan takut untuk pergi bersekolah.

“Dinas Pendidikan dalam waktu dekat juga survei mencarikan sekolah baru untuk korban, Pindah sekolah di sekitar Randupadangan. Sekolah sekitar tetangga desa, mana yang cocok dan mana yang menyenangkan, sehingga korban bisa kembali sekolah. Masa depannya masih panjang, mengejar cita – cita,” katanya.

Lanjut pihaknya juga menegaskan akan membantu pemeriksaan dan pengobatan SAH. Salah satunya terkait pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di Surabaya. Pemeriksaan MRI adalah pemeriksaan medis menggunakan teknologi magnet serta gelombang radio untuk mengidentifikasi kondisi tubuh pasien.

“Kalau mental dan psikologi korban sudah normal, pemeriksaan MRI akan dilakukan besok atau lusa. Semoga tidak ada yang membahayakan pada mata korban,” pungkasnya. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. Meski sekolah diduga berusaha menutupi perkara tersebut namun akhirnya tetap mencuat ke permukaan. Pepatah: Serapat-rapat menyimpan bangkai, bau busuk pasti akan tercium. (yad)

Kapolres Gresik dan Bupati Gresik Sambangi ke Rumah Anak Dicolok Tusuk Bakso Selengkapnya

APH Sepakat, Pekan Depan, Sidang Offline Digelar di Pengadilan Negeri Gresik

GRESIK,1minute.id – Pekan depan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik digelar offline. Sidang tatap muka. Keputusan itu disepakati empat pilar aparat penegak hukum (APH) di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik pada Selasa, 19 September 2023.

Empat pilar APH adalah Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Nana Riana, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Agus Walujo Tjahjono, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom dan Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Gresik Disri Wulan Agus Tomo. 

Nana Riana mengatakan, pertemuan kali ini melibatkan unsur penegak hukum yang lain. Diantaranya, Polres, Pengadilan, Rutan dan unsur yang lain. Pertemuan tersebut membahas persiapan sidang secara offline. Karena, pandemi Covid-19 sudah berlalu. Sehingga, harus mempersiapkan segala infrastrukturnya.

“Seperti pengamanan dan teknis lainnya. Termasuk membahas mengenai teknis penyidikan akan terus ditingkatkan,” katanya usai acara di kantor Kejari Gresik pada Selasa, 19 September 2023.

Nana Riana melanjutkan infrastruktur Kejaksaan sudah disiapkan. Pihak-pihak lain juga sudah mempersiapkan semua untuk pelaksanaan sidang offline.”Sidang offline segera dilaksanakan, mungkin minggu depan. Tapi secara bertahan. Semuanya sudah sepakat,” imbuhnya. 

Meski demikian, dalam pelaksanaan persiadangan nantinya tetap harus memperhatikan unsur kesehatan. “Nanti para terdakwa tetap memakai masker,” pungkasnya.

Senada disampaikan Kepala Rutan Kelas IIB Gresik Disri Wulan Agus Tomo. Pihaknya mengaku siap jika proses persidangan digelar offline. Namun, pengamanan dan pengawalan di ruang sidang harus diperketat. Sebab, keluarga terdakwa akan ikut menyaksikan jalannya persidangan di Pengadilan Negeri Gresik. Maka, harus disiapkan tempatnya.

“Kami siap, kapan pun dilakukan sidang offline. Kami menyiapkan terdakwa untuk dikirim ke Pengadilan untuk dilakukan persidangan,” tegasnya. 

Sementara itu, Juru Bicara Pengadilan Negeri Gresik Mokhmad Fathkur Rochman menambahkan, pihak pengadilan mendukung penuh pelaksanaan persidangan. “Intinya kami siap melaksanakan persidangan secara offline,” katanya. 

Sejak pandemi Covid-19, proses persidangan di Pengadilan Negeri Gresik dilakukan online. Sidang dalam jaringan (daring) dilakukan untuk memutus penyebaran virus berawal dari Tiongkok itu. Dalam sidang online itu terdakwa menjalani sidang di Ruang Tahanan (Rutan) Gresik di Jalan Raya Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme.

Sedangkan, hakim, jaksa penuntut dan saksi hadir di Pengadilan Negeri Gresik. Ketika wabah mengganas adanya variasi baru yakni Delta dari India, sidang dilakukan di tiga tempat berbeda. Terdakwa tetap di Rutan Gresik. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik sidang di kantor Kejaksaan. Sedangkan, majelis hakim tetap di Pengadilan Negeri Gresik. (yad)

APH Sepakat, Pekan Depan, Sidang Offline Digelar di Pengadilan Negeri Gresik Selengkapnya

Polres Gresik Bentuk Timsus Ungkap Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso hingga Buta

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik memberikan atensi khusus dugaan  kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik membentuk tim khusus (timsus) untuk mengungkap kasus ini terang benderang.

Timsus berjumlah 35 personil itu dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan itu dibawah kendali Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih. 

AKP Aldhino Prima Wirdhan mengungkapkan, pembentukan timsus berjumlah 35 personil itu bertujuan agar perkara dugaan kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH ini bisa cepat terselesaikan.  “Ini (timsus) terdiri dari seluruh personil Satreskrim dengan dipimpin Saya, di bawah kendali Kanit PPPA,” tutur perwira tiga balok di pundak itu. 

Timsus itu, imbuhnya, akan dibagi tugas masing-masing supaya segera terselesaikan. “Nanti kita akan ploting sesuai tupoksi masing-masing, tujuannya biar gak lama-lama. Semoga cepat terungkap,” katanya. Seperti diberitakan, penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Gresik menaikkan kasus kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH ke penyidikan. Namun, penyidik belum mengungkapkan Identitas terduga pelaku kekerasan tersebut. 

Selain peningkatan status penyidikan, penyidik telah melakukan penyitaan DVR CCTV sekolah. Mesin perekam digital itu telah diserahkan ke Laboratorium Forensik Polda Jatim. Hasilnya, masih menunggu waktu sekitar sepekan ke depan. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. Meski sekolah diduga berusaha menutupi perkara tersebut namun akhirnya tetap mencuat ke permukaan. Pepatah: Serapat-rapat menyimpan bangkai, bau busuk pasti akan tercium. (yad)

Polres Gresik Bentuk Timsus Ungkap Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso hingga Buta Selengkapnya

Polsek Kebomas Dibekuk Pelaku Curanmor, Ngaku Arek KH Zubair, Gresik, Motor Laku Rp 2,5 Juta 

GRESIK,1minute.id – Tim Reskrim Polsek Kebomas meringkus seorang pemuda berinisial AD. Pemuda 41 tahun yang mengaku tinggal di Jalan KH Zubair, Gresik ditengarai pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sasaran adalah rumah kos-kosan.

Selain mengamankan tersangka AD, anak buah Kompol Abdul Rokib, Kapolsek Kebomas itu menyita barang bukti berupa 1 pcs celana jins, Helm warna hitam,sepasang sandal kulit dan uang sisa penjualan sebesar Rp 400 ribu. 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Kebomas Kompol Abdul Rokib mengatakan, pencurian sepeda motor terjadi pada Rabu, 6 September 2023 sekitar pukul 16.30 WIB. Tersangka AD menggasak sepeda motor Honda Beat nomor polisi (nopol) AE 6071 L. Motor milik korban Ayu, 19, warga Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.  Motor matik warna hitam di parkir di depan rumah kos di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo XXIV, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas. 

Hasil penyelidikan dan melihat rekaman CCTV pelaku mengarah kepada pemuda berinisial AD itu. “Kami lakukan rangkaian penyelidikan dan berhasil mengamankan AD orang yang diduga pelaku, kemudian petugas melakukan introgasi dan dari pengakuan AD secara terus terang mengakui perbuatanya bahwa telah mengambil sepeda motor milik korban Ayu,” kata Rokib. 

Pengakuan tersangka AD, sepeda motor curian tersebut disimpan di gang samping rumah korban tanpa plat nomor. AD kemudian menghubungi Wowok, residivis curanmor yang masih mendekam di rumah tahanan Dari pengakuan AD, saat situasi kos sepi sepeda motor milik korban langsung diambil, setelah itu oleh pelaku AD sepeda motor tersebut disimpan di gang samping rumah tanpa plat nomor.

Setelah itu pelaku menghubungi temanya yang bernama Wowok (di rutan kasus Curanmor) meminta bantuan mencarikan pembeli secara COD (Cash on Delivery). “Sepeda motor milik korban dijual seharga Rp 2,5 juta. Dan uangnya digunakan  kebutuhan sehari-hari dan membayar SPP sekolah anaknya,” tegasnya. (yad)

Polsek Kebomas Dibekuk Pelaku Curanmor, Ngaku Arek KH Zubair, Gresik, Motor Laku Rp 2,5 Juta  Selengkapnya

Pengedar Sabu-sabu asal Balongpanggang dan Menganti Dibekuk Tim Reskrim Polsek Cerme 

GRESIK,1minute.id – Tim Reskrim Polsek mengubrak-abrik peredaran narkoba di Gresik bagian Selatan. Dua pengedar diringkus di dua lokasi berbeda. Mereka adalah Sugianto alias Tameng, 44, asal Desa Banjaragung, Kecamatan Balongpanggang, Gresik dan Kuswanto Ari Wibowo alias Dono, 37, Desa Boteng, Kecamatan Menganti, Gresik.

Penangkapan dua pengedar sabu-sabu ini bermula dari laporan masyarakat. Sebuah rumah kos di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme ditengarai menjadi ajang pesta sabu-sabu. Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo yang lama bertugas di intelejen itu melakukan penyelidikan. Pada Rabu malam, 6 September 2023 sekitar pukul 22.30 WIB, rumah kos pengedar sabu-sabu itu kemudian digerebek. Sugianto diringkus. Dua poket sabu-sabu disita. Sedangkan, tiga poket lainnya di simpan  dibawah wastafel di rumah kos Sugianto lainnya di Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme. 

Dalam interogasi awal, Sugianto yang asal Desa Banjaragung, Kecamatan Balongpanggang itu “menyanyi”. Ia mengaku mendapat kristal bening dari Kuswanto Ari Wibowo, 37 tahun. Iptu Andik Asworo bersama tim Reskrim Polsek Cerme malam itu “menjemput” Kuswanto Ari Wibowo dirumahnya di Desa Boteng, Kecamatan Menganti

“Penangkapan dua tersangka pengedar sabu-sabu ini bermula dari laporan masyarakat. Tersangka Sugianto digerebek di rumah kos di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo pada Selasa, 12 September 2023. Dalam penggebekan itu diamankan 5 poket sabu-sabu. Rinciannya, 2 poket di rumah kos tersangka di Desa Cerme Kidul dan 3 poket di rumah kos tersangka di Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme.

Dalam pemeriksaan,  tersangka Sugianto mengatakan, sabu-sabu yang siap diedarkan untuk meracuni otak generasi anak bangsa diperoleh dari pengedar Kuswanto Ari Wibowo asal Deaa Boteng, Kecamatan Menganti. “Dalam pengembangan itu, tersangka Kuswanto Ari Wibowo, kami amankan saat ngopi di Desa Boteng,” jelas Iptu Andik Asworo. 

Penyidik menjerat tersangka  tindak pidana narkotika, dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (yad)

Pengedar Sabu-sabu asal Balongpanggang dan Menganti Dibekuk Tim Reskrim Polsek Cerme  Selengkapnya

Polda Jatim dan Polres Gresik Bershalawat, Doakan Pemilu 2024 Damai

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik bersama Tim Hadrah Aulian Musthofa Polda Jatim menggelar kegiatan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan Doa bersama di halaman Mapolres Gresik pada Senin malam, 11 September 2023. 

Suasana malam di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berasa semakin adem karena alunan puji-pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji dan jajaran tampak khusyuk di tengah jemaah dan anggota. 

Kegiatan shalawat dan doa bersama dimulai badal Salat Isya. Kapolda Irjen Pol Toni Harmanto mengajak seluruhnya untuk salat berjamaah di Masjid Al Aziz di kompleks Mapolres Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.

Tim Hadrah Aulian Musthofa Polda Jatim ini dipimpin oleh Ketua Bhayangkari Polda Jatim Yesika Toni Harmanto didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Myrna Adhitya tampil apik. “Syukur Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan Sholawat dan doa bersama. Semoga amal baik kita diterima oleh Allah SWT. Amin ya rabbal alamin dan tentunya kita berharap menjelang pemilu 2024 berjalan damai dengan harapan masyarakat saling menghargai perbedaan pilihan,” ujar Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom. (yad)

Polda Jatim dan Polres Gresik Bershalawat, Doakan Pemilu 2024 Damai Selengkapnya

Desa Kepatihan Jadi Kampung Tangguh Bebas Narkoba, Program Pencegahan, Edukasi Napza 

GRESIK,1minute.id – Kampung Tangguh Bebas Narkoba berdiri Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Kampung bebas narkoba, satu-satunya di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk program pencegahan dan edukasi terhadap obat terlarang atau narkoba.

Tim Asistensi Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur dipimpin oleh AKBP Dyah Arum Sari dan dua anggotanya, AKBP Rony Purwahyudi dan Kompol Ermi Sugiarti mengunjungi Kampung Tangguh Bebas Narkoba itu pada Kamis, 7 September 2023.

Mereka disambut oleh Kasat Reskoba Polres Gresik AKP Tatak Sutrisno dan Kapolsek Menganti AKP Inggit Prasetiyanto, Perwakilan BNN Gresik dan forkopincam serta tokoh agama dan tokoh masyarakat (Toga dan Tomas) setempat.

AKBP Dyah Arum Sari mengungkapkan,  kampung tangguh bisa membantu masyarakat yang jika terjebak dalam lingkaran peredaran narkoba, dan memberikan solusi terbaik untuk menyelamatkan masa depan bangsa dengan cara preventif atau pencegahan. “Harapannya bagi pengguna narkoba seperti rehabilitasi, butuh pengobatan atau juga butuh pendampingan. Sehingga setelah rehabilitasi dan tidak kembali lagi menjadi pengguna,” kata Dyah Arum Sari. 

Dipilihnya kampung tangguh bebas narkoba untuk satu Desa dalam setiap Kabupaten atau Kota di Jawa Timur sebagai role model, nantinya akan dikembangkan kepada desa-desa lain dengan mendirikan posko sesuai harapan bersama dalam memerangi narkoba. 

“Sementara satu Kabupaten ada satu, kedepannya akan ada posko di setiap Desa-desa,” terang Dyah. Ia melanjutkan, penanganan kampung tangguh bebas narkoba dibutuhkan peran aktif pula dari stakeholder. Sinergitas dapat dibangun untuk mencapai hasil maksimal terhadap pelayanan kepada masyarakat. “Tidak hanya Polri, seluruhnya juga ikut bertanggung jawab, makanya strukturnya melibatkan )emerintahan, BNN, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta stakeholder terkait,” katanya. 

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mendukung program Kapolri melalui Kampung Tangguh Bebas Narkoba. “Mari sama-sama jaga mulai dari keluarga dan lingkungan dari bahaya narkoba, jangan takut untuk melaporkan bila ada keluarga yang menggunakan narkoba,” pesan Kapolres AKBP Adhitya Panji Anom. Kasat Resnarkoba AKP Tatak Sutrisno menambahkan, apabila pengguna narkoba yang rela melapor maka akan dibantu. “Kami akan membantu program rehabilitasi,” tegas mantan Kapolsek Menganti itu. (yad)

Desa Kepatihan Jadi Kampung Tangguh Bebas Narkoba, Program Pencegahan, Edukasi Napza  Selengkapnya